TMCBLOG.com - Hampir seminggu ini tmcblog ditemani Sosok Motor Skutik besar Kymco X-Town 250 untuk dipakai Harian di Buitenzorg. Ini motor Skuter touring, kalau dipakai touring sudah pasti Sesuai banget dengan Tongkrongan dan Karakternya, namun Bagaimana Jika Nyobain X-town 250i Buat dipakai Harian ? Nahh di Artikel ini tmcblog coba tuliskan plus minus hasil test Ride Skutik yang jika tmcblog yang naikin ( tb 160 cm, bb 63 kg ) sudah kayak naik sapi limosin ini  . .

Plus Kymco Xtown 250i.

  • Jok Kymco X-Town 250i adalah yang terempuk dan ternyaman yang pernah tmcblog test secara resmi.
  • Bagasinya yang lega dan hadirnya Usb Port di depan sudah tentu ini membuat sisi fungsionalitas cukup tinggi
  • Motor ini punya Nafas yang panjang terutama di rpm tinggi. Hal ini jelas sesuai dengan Karakter mesinnya yang walaupun masih sohc namun Overbore.

  • Bobotnya yang berat membuat X-Town 250i stabil dibawa speeding di kecepatan tinggi. Namun harus hati hati, Bobot makin tinggi berarti Momentum dan inersia yang lebih besar, butuh kewaspadaan tinggi, Untungnya rem depan siap dengan 3 Piston kaliper, sangat pakem
  • Sistem Pengereman nya yang ABS dual channel Independent membuat Pede melakukan Pengereman di apapun kondisi jalan baik basah maupun kering
  • Hadirnya lampu di Dalam Jok merupakan detail kecil yang bermanfaat.
  • Getaran mesin sangat minim diteruskan ke Daerah Kaki dan Handle Bar sehingga bikin Nyaman banget

Minus Kymco X-Town 250i

  • Tingginya Nafas di rpm tinggi mengkompensasi akselerasinya di Rpm/ tarikan awal, Bukannya Lemot, namun kalau dibandingkan Xmax atau Forza agak sedikit ketahan.
  • Bobotnya yang berat agak berefek kalau jalan pelan
  • Suspensi depan OK, namun suspensi belakang reboundnya Cukup Keras sehingga beberapa kali itu pegas seperti nyodok balik agak teladsaat misalnya ketemu poldur ataupun lubang jalan.
  • Lampu depan Masih Bohlam, Selain butuh watt lebih besar, Juga masih terlihat Kurang upto date dibandingkan Mayoritas Brand jepang yang sudah LED, walaupun penilaian soal style tentunya cukup Subjektif.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog