Laman

Senin, 07 Desember 2020

Siapa bilang tim HR nggak harus data-driven?


Startup dan Teknologi Hari Ini


Senin, 7 Desember 2020

Halo Streight Face,

Siapa bilang divisi HR nggak harus data-driven?
Untuk meningkatkan performa karyawan, tim HR perlu untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Hal inilah, yang biasanya disebut dengan people analytic

Saat ini, sudah banyak perusahaan yang menerapkan people analytic, salah satunya Moka. Simak bagaimana Moka menerapkan pendekatan ini lewat rangkuman artikel di bawah, ya!  

— Diah, Tech in Asia

HIGHLIGHT

Pentingnya people analytic bagi perusahaan


General Manager of People Moka, Rendhy Ardia, mengatakan, Moka baru menerapkan pendekatan people analytic selama setahun terakhir, namun sudah ada banyak manfaat yang dirasakan oleh perusahaan ini. 
  • Tak harus pakai tool canggih: Ketika mendengar kata analytic, biasanya muncul persepsi perlu ada tool yang rumit. Padahal tidak harus. People analytic bisa diterapkan secara bertahap dan mulai dari tool yang sederhana seperti Microsoft Excel maupun Google Spreadsheet. 
  • Memahami life-cycle perusahaan: Menerapkan people analytic dapat membuat Praktisi HR memahami di fase life–cycle mana perusahaan saat ini, karena setiap fase memiliki tantangan dan kondisi yang jelas berbeda, dan akan mempengaruhi langkah yang sebaiknya diambil. 
  • Lebih efisien: People analytic bisa membantu perusahaan untuk lebih efisien dalam meningkatkan retensi karyawan, membantu pengembangan potensi para karyawan, dan yang terutama adalah sebagai bahan pendukung di dalam pengambilan keputusan.
Simak ulasan lengkap terkait cara menerapkan pendekatan people analytic untuk perusahaan di sini, khusus untuk pelanggan Tech in Asia ID+
 

Data investasi startup terbaru di Indonesia


Pertumbuhan industri startup di Indonesia termasuk pesat, tetapi perkembangannya dibayangi sejumlah negara di Asia. Memantau tren yang terjadi di Asia bisa jadi tambahan data untuk kamu mengambil keputusan. 

Baca insight selengkapnya tentang pendanaan yang terjadi di Indonesia dan juga Asia selama sepekan terakhir, khusus pelanggan Tech in Asia ID+
 

ARTIKEL PREMIUM PILIHAN

Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya.

Kumpulan Contoh Pitch Deck Startup yang Bisa Kamu Pelajari

Kamu sedang mencari inspirasi dalam membuat pitch deck untuk startup rintisanmu? Simak beberapa pitch deck yang telah kami pilih berikut ini!

Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar)

MORNING DIGEST

Akses gratis ke website berbayar lewat Google News 

  • Lewat program News Showcase, Google akan memberi akses gratis kepada penggunanya untuk membaca konten berita berbayar di Google News.
  • Inisiatif terbaru dari Google ini menelan investasi senilai Rp14 triliun yang akan diberikan kepada penerbit berita dengan konten paywall.
  • Untuk bisa mengakses konten itu, pengguna Google News masih harus mendaftar ke website penerbit terkait.

Spotify buat alat pencegah plagiarisme lagu

  • Alat ini dapat digunakan para musisi untuk memeriksa apakah karya mereka mirip dengan milik orang yang lain atau tidak.
  • Para musisi tinggal mengirimkan lagu yang hendak diperiksa ke dalam sistem untuk memeriksa kesamaan lagunya dengan milik orang lain yang ada dalam database Spotify.

Program potong biaya komisi dari Apple resmi dibuka

  • Program yang memberi keringanan biaya komisi bagi developer berskala kecil ini dibuka hingga 18 Desember 2020. 
  • Keringanan biaya sebesar 15 persen akan mulai diberikan pada 1 Januari 2021 mendatang. 
     

 EVENT MENDATANG

  • [Gratis] The Easiest Decision with HP: Working Remotely with Family
    Cari tahu bagaimana cara mengelola waktu bersama keluarga agar semua orang menjadi produktif di rumah. Daftar di sini
  • [Gratis] Engage and Retain: The Best Practices for Customer Retention
  • Simak best practice dari para praktisi tentang strategi dalam meningkatkan retensi pengguna untuk produk kamu. Daftar di sini

MITOS ATAU FAKTA

Pendanaan dari investor dan "bakar uang" adalah satu-satunya cara agar startup dapat bertahan. 

Faktanya: 
Tidak semua startup sukses karena mendapat modal dari investor. Ada juga startup yang memilih jalur bootstrap, atau tumbuh secara organik tanpa dukungan pendanaan besar dari Venture Capital (VC).

Mailchimp adalah salah satu perusahaan berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp10 triliun di tahun 2019 dan sejauh ini belum berencana menerima pendanaan. Mereka juga menolak berbagai perusahaan yang menawarkan akuisisi.

Baca selengkapnya di sini

LOKER MINGGU INI

Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini.

Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox.

Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar