Laman

Jumat, 11 Desember 2020

Ok Google, how to keep my sanity during pandemic?


Startup dan Teknologi Hari Ini


Jumat, 11 Desember 2020

Halo Streight Face,

Ok Google, how to keep my sanity during this pandemic?

Kombinasi WFH dan aktivitas di luar rumah yang terbatas, terkadang bikin kita sering merasa burn out. Buat mengantisipasi itu, kami di Tech in Asia Indonesia biasanya punya beberapa program seperti Virtual Pantry dan Virtual Workout. 

Kalau kamu juga merasakan hal yang sama, saya punya beberapa tip dari berbagai perusahaan seperti Gojek, Tokopedia, hingga Shopee tentang cara memperlakukan karyawan selama WFH, yang mungkin bisa juga diterapkan di kantor kamu.  

Ada juga info tentang tren pencarian Google di Indonesia selama 2020. Simak rangkumannya di bawah, ya! 

— Diah, Tech in Asia

HIGHLIGHT

Beda cara perusahaan mengelola karyawan selama WFH 


Meski menawarkan fleksibilitas, bekerja dari rumah nyatanya juga melahirkan berbagai tantangan baru. Untuk mengantisipasi ini, beberapa perusahaan besar seperti Gojek, Tokopedia, hingga Tiket.com punya caranya sendiri dalam mengelola karyawannya selama WFH: 
  • Thank Gojek It's Friday (TGIF): Salah satu program yang mereka lakukan antara lain TGIF atau atau hari tanpa meeting di setiap Jumat minggu kedua dan hari libur tambahan di Jumat minggu keempat setiap bulan. 
  • Nakama wellbeing: Platform milik Tokopedia ini, memungkinkan karyawannya dapat berkonsultasi dengan psikolog untuk membantu meningkatkan motivasi, serta menjaga kesehatan fisik maupun mental di tengah pandemi.  
  • Tim Business Contingency Plan (BCP): Tim khusus dari Tiket.com ini, berfungsi untuk menangani masalah karyawan sepanjang WFH. Beberapa ide yang dihasilkan dari tim ini antara lain financial wellness program, mental wellness program, hingga Coaching session.  
Simak artikel lengkap tentang program-program yang dimiliki startup lokal dalam mengelola karyawannya selama WFH, eksklusif untuk pelanggan Tech in Asia ID+

Tren pencarian Google di Indonesia: Corona hingga Odading


Belum lama ini Google mengumumkan Year in Search 2020, yang berisi berbagai topik yang menjadi tren sepanjang tahun ini. Keyword yang sering kamu cari masuk ke dalam tren ini enggak, ya? 
  • Tren isu nasional: Dalam satu tahun terakhir, Indonesia memang cukup punya banyak isu yang kerap dibicarakan orang-orang. Isu-isu nasional seperti "Omnibus Law", "Resesi", "Kartu Pra-Kerja", hingga "Odading", dan "WFH" menjadi tren penelusuran. 
  • Kebiasaan baru yang lahir: Era new normal ternyata melahirkan kebiasaan baru masyarakat Indonesia. Hal ini tercermin dari topik penelusuran seperti "Google Classroom", "apa itu kuota belajar", "cara masuk ke Google Classroom" hingga "sepeda lipat". 
  • K-POP culture: Demam kekoreaan sepertinya makin meningkat di negara kita. Buktinya, beberapa kata kunci seperti "Dynamite-BTS", serial TV "Crash Landing on You" dan "The World of Married", hingga resep "Dalgona Coffee" masuk ke dalam tren pencarian Google.  

Baca artikel selengkapnya tentang tren pencarian Google di sini

ARTIKEL PREMIUM PILIHAN

Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya.

[Infografik] Kasus Dugaan Kebocoran Data yang Pernah Terjadi di Indonesia

Kasus kebocoran data pernah beberapa kali terjadi di Indonesia. Sederet startup teknologi hingga lembaga kepolisian pernah menjadi korban.

Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar)

DAILY DIGEST

Facebook digugat atas kepemilikan WhatsApp dan Instagram

  • Tuduhan ini muncul lantaran Facebook dituding berniat menghancurkan kedua perusahaan tersebut sebelum menjadi besar.
  • Jika gugatan itu diterima pengadilan AS, Facebook bisa kehilangan kepemilikan WhatsApp dan Instagram 
  • Namun Penasihat hukum Facebook, Jennifer Newstead berkata, Instagram dan WhatsApp justru sukses karena Facebook telah berinvestasi.

SoftBank berencana go private

  • Rencana ini dilakukan agar Founder SoftBank Masayoshi Son kembali menjadi pemegang saham pengendali di perusahaan modal ventura tersebut.
  • Menurut Bloomberg, untuk menjalankan aksi ini SoftBank setidaknya membutuhkan waktu lebih dari setahun dan menjual banyak asetnya. 
  • Saat ini Son memiliki 27 persen saham di SoftBank.

Airbnb siap melantai di bursa efek 

  • Airbnb siap melantai di bursa efek dengan menyasar dana Rp49 T.
  • Perusahaan ini menetapkan harga per lembar saham yang akan ditawarkan di bursa efek sebesar Rp960.000, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang mencapai Rp705.000. 

 EVENT MENDATANG

  • [Berbayar] Tech in Asia ID+ Live: Langkah-langkah Melakukan Consumer Research untuk Pengembangan Produk Digital 
    • Konsultasikan permasalahan kamu dalam melakukukan riset konsumen langsung bersama Rachel Nevi Sihombing dari Ruangguru. Daftar di sini
  • [Berbayar] Tech in Asia Live: Exiting 2020 
    • Pelajari bagaimana startup di Asia Tenggara berhasil melakukan exit di masa pandemi serta strategi membangun bisnis langsung dari tokoh industri teknologi di Asia. RSVP di sini

LOKER MINGGU INI

Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini.

Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox.

Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar