| Halo Streight Face, Masih ingat enggak, dengan kabar batalnya rencana Ant Group untuk melantai di bursa saham Hong Kong dan Shanghai? Padahal, jika rencana ini berjalan lancar, IPO yang dilakukan Ant Group digadang-gadang bakal jadi yang terbesar dalam sejarah. Ngomong-ngomong soal IPO, sudah tahu belum, kapan waktu yang tepat untuk startup agar bisa go public? Kalau belum, simak penjelasan dari Managing Partner sekaligus Co-Founder Asia Partners, Nicholas Nash, lewat rangkuman di bawah, ya! — Diah, Tech in Asia | | Rule of 25: kunci startup yang ingin IPO Melalui salah satu sesi di Tech in Asia Conference 2020 Virtual, Nash membagikan analisisnya tentang industri startup dan teknologi di Asia Tenggara yang masih punya peluang untuk berkembang. - Rule of 25: Menurut Nash, waktu yang tepat untuk startup melakukan IPO adalah ketika laba kotor perusahaan telah mencapai atau mendekati angka US$25 juta di tahun fiskal terakhir mereka.
- Rel dan kargo: Pada ekosistem startup, Nash mengibaratkan perusahaan telekomunikasi dan aplikasi sebagai rel dan kargo. Pasar yang didominasi peran kargo menghasilkan ekosistem yang mendukung pertumbuhan startup. Hal inilah yang terjadi di Asia tenggara, di mana kapitalisasi pasar agregat aplikasi melebihi perusahaan telekomunikasi untuk pertama kalinya.
Baca selengkapnya analisis Nash tentang besarnya peluang industri startup di Asia Tenggara untuk berkembang, lewat artikel eksklusif khusus pelanggan Tech in Asia ID+. | | Daftar perusahaan teknologi AS yang lakukan IPO terbesar di 2020 Sejumlah startup yang mendapat pendanaan awal di Silicon Valley satu dekade lalu, kini telah bertumbuh jadi perusahaan yang menghimpun dana publik melalui penawaran saham perdana atau IPO. Apa saja perusahaan AS yang melantai di bursa saham tahun ini? - Doordash, Airbnb, dan Snowflake: Ketiga perusahaan ini termasuk ke dalam 10 IPO perusahaan teknologi terbesar karena masing-masing berhasil menggalang dana hingga lebih dari Rp42,3 T.
- Pemain besar pada model bisnis sharing economy: Menurut CNBC, Uber, Lyft, DoorDash dan Airbnb, adalah empat perusahaan dengan model bisnis sharing economy terbesar yang berhasil melakukan IPO di periode 2019 - 2020.
Baca berita selengkapnya tentang aksi IPO dari sejumlah perusahaan teknologi besar Amerika Serikat di sini. | | | Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya. | | | Amartha Dulu Hampir Bangkrut, Kini Jadi Salah Satu P2P Lending Terbesar Amartha berhasil membantu banyak masyarakat Indonesia tidak dengan tangan sendiri, melalui dengan bantuan sesama masyarakat. Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar) | | Lionsgate Play akan masuk ke Indonesia di Q1 2021 - Platform streaming film milik Amerika Serikat ini, sebelumnya telah memasuki pasar India dengan nama Starzplay.
- Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang dimasuki Lionsgate Play.
Facebook rilis Collab - Aplikasi mirip TikTok ini memungkinkan para penggunanya untuk bernyanyi atau memainkan alat musik pada platform tersebut.
- Saat ini Collab masih dalam fase beta dan baru dapat digunakan oleh pengguna iPhone di Amerika Serikat.
Kerja sama Gojek dan BCA - Gojek dan BCA bekerja sama untuk meluncurkan GoBiz, yang bertujuan untuk membantuk UMKM dalam mengembangkan bisnis.
- Layanan ini memungkinkan para mitra tidak perlu lagi mendaftar ke bank untuk menerima pembayaran kartu kredit dan debit berlogo GPN, Visa, dan Mastercard di perangkat yang sama.
- Para mitra juga dapat mencetak invoice hingga menikmati fitur Point of Sales (POS) melalui layanan ini.
| | | | Cara mengembangkan growth mindset ala Carol Dweck | | - [Berbayar] Tech in Asia ID+ Live: Langkah-langkah Melakukan Consumer Research untuk Pengembangan Produk Digital
- Konsultasikan permasalahan kamu dalam melakukukan riset konsumen langsung bersama Rachel Nevi Sihombing dari Ruangguru. Daftar di sini.
- [Berbayar] Tech in Asia Live: Exiting 2020
- Pelajari bagaimana startup di Asia Tenggara berhasil melakukan exit di masa pandemi serta strategi membangun bisnis langsung dari tokoh industri teknologi di Asia. RSVP di sini.
| | Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini. Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox. Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!) | | | | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar