Laman

Senin, 14 Desember 2020

Jangan pesimistis, industri startup Indonesia punya peluang besar buat berkembang


Startup dan Teknologi Hari Ini


Senin, 14 Desember 2020

Halo Streight Face,

Sebentar lagi, kita akan memasuki tahun 2021, nih. Apa harapan kamu untuk tahun depan? 

Meski pandemi Covid-19 menyebabkan bisnis jadi lesu, namun hal ini nggak boleh jadi alasan untuk kita pesimistis terus-terusan. Apalagi, menurut Co-founder dan Managing Partner Asia Partners, Nicholas Nash, industri startup dan teknologi di Asia punya peluang besar untuk berkembang di tahun-tahun mendatang. 

Untuk tahu informasi selengkapnya, cek rangkumannya di bawah, ya! 

— Diah, Tech in Asia

HIGHLIGHT

Era keemasan industri teknologi di Asia


Ada yang menarik dari salah satu sesi di Tech in Asia Conference 2020 Virtual beberapa bulan lalu. Co-founder dan Managing Partner Asia Partners, Nicholas Nash, melalui sesinya bilang kalau industri startup dan teknologi di Asia, akan memasuki era keemasan: era yang mengantarkan para pelaku bisnis pada periode pertumbuhan ekonomi.

Melalui analisisnya, Nash menyebutkan beberapa alasan mengapa industri teknologi di wilayah regional akan mengalami perkembangan: 
  • Aturan 25: Startup dapat berkembang dan melakukan go public, ketika perusahaan tersebut telah meraih laba kotor sebesar Rp353 M di tahun terakhirnya. 
  • Strategi menuju kesuksesan: Sebagian besar pendanaan startup Seri A dan B Asia Tenggara terjadi di Indonesia dan Singapura. Bedanya, startup di Singapura cenderung ingin menguasai pasar regional, sedangkan di Indonesia lebih fokus menggarap pasar lokal 
Tonton sesi menarik dari Nash terkait analisisnya tentang potensi perkembangan industri startup di Asia, eksklusif untuk pelanggan Tech in Asia ID+

Sea Group incar Rp35 T dari penerbitan saham


Induk perusahaan Shopee ini, berencana akan menghimpun dana dengan menerbitkan saham baru bernama American Depositary Shares (ADSs). Beberapa highlight terkait kabar ini:
  • Potensi keuntungan: Dilansir Bloomberg, Sea Group akan menerbitkan 13,2 juta lembar ADSs, dengan harga Rp2,7 juta per lembar. Perusahaan ini berpotensi meraup dana segar hingga US$2,57 M.
  • Ekspansi bisnis: Dana yang dihimpun tersebut, nantinya akan digunakan untuk ekspansi bisnis. Tak hanya itu, Sea Group juga berencana melakukan investasi, akuisisi, serta mengembangkan bank digital pada 2021. 
Baca artikel selengkapnya tentang penerbitan saham baru dari Sea Group di sini

ARTIKEL PREMIUM PILIHAN

Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya.

[Infografik] Kasus Dugaan Kebocoran Data yang Pernah Terjadi di Indonesia

Kasus kebocoran data pernah beberapa kali terjadi di Indonesia. Sederet startup teknologi hingga lembaga kepolisian pernah menjadi korban.

Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar)

DAILY DIGEST

Data pelanggan Spotify bocor

  • Pihak Spotify tidak menyebutkan berapa jumlah pelanggan yang terdampak, namun mereka telah mengirimkan email pemberitahuan kepada pelanggan tersebut, untuk mengganti password baru. 
  • Celah keamanan ini sebenarnya muncul sejak April lalu, namun baru diketahui pada November 2020.

Pengguna Google bisa matikan iklan 

  • Google mengizinkan penggunanya untuk mematikan iklan rokok dan perjudian
  • Pengguna nantinya dapat mengatur konteks iklan yang dimaksud agar tidak menampilkan produk rokok dan aktivitas perjudian.
  • Fitur yang baru bisa diakses pengguna di Amerika Serikat tahun depan ini, rencananya akan berlaku di layanan YouTube dan Google Ads.

Xendit kini bisa terima bayaran dari ShopeePay

  • Lewat kerja sama ini, pelaku bisnis dapat memanfaatkan layanan ShopeePay. Sementara, ShopeePay jadi lebih mudah menjangkau banyak merchant rekanan Xendit. 
  • Xendit memilih ShopeePay sebagai channel pembayaran lantaran e-wallet ini punya perkembangan yang cepat di Indonesia.  

MITOS ATAU FAKTA

Startup yang berada di ekosistem yang sama dengan perusahaan mapan punya peluang yang lebih besar untuk diakuisisi. 

Faktanya: 
Tidak semua startup yang memiliki latar belakang bisnis yang sama dengan perusahaan besar akan mendapatkan kesempatan untuk diakuisisi.

Akuisisi akan terjadi jika startup telah berhasil memenuhi beberapa syarat seperti punya nilai yang diberikan kepada konsumen, dan berhasil menarik pelanggan dari pengakuisisinya. 

Selengkapnya baca di sini

 EVENT MENDATANG

  • [Berbayar] Tech in Asia ID+ Live: Langkah-langkah Melakukan Consumer Research untuk Pengembangan Produk Digital 
    • Konsultasikan permasalahan kamu dalam melakukukan riset konsumen langsung bersama Rachel Nevi Sihombing dari Ruangguru. Daftar di sini
  • [Berbayar] Tech in Asia Live: Exiting 2020 
    • Pelajari bagaimana startup di Asia Tenggara berhasil melakukan exit di masa pandemi serta strategi membangun bisnis langsung dari tokoh industri teknologi di Asia. RSVP di sini

LOKER MINGGU INI

Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini.

Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox.

Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar