Laman

Jumat, 05 Februari 2021

Shopee bakal ikut terjun di industri pesan-antar makanan


Startup dan Teknologi Hari Ini


Jumat, 05 Februari 2021

Halo Streight Face,

Jam-jam segini memang jadi waktu yang rawan untuk menahan rasa kantuk karena abis makan siang. Waktu masih WFO, di kantor kami sih biasanya sudah ada yang nyeletuk "guys, mau order kopi enggak?"

Ngomong-ngomong, sudah tahu belum kalau Shopee juga sekarang punya layanan pesan-antar makanan? 

Shopee Food sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak April 2020 meski belum semasif Gofood dan Grabfood. Kabarnya, tahun ini mereka berencana menggarap pasar di Indonesia lebih besar. 

Scroll ke bawah untuk baca rangkumannya, ya. Happy weekend! 

— Diah, Tech in Asia

HIGHLIGHT

Rencana Shopee yang ingin ikut terjun di industri pesan-antar makanan


Saat ini Shopee tengah menyiapkan ekspansinya yang lebih jauh di industri pesan-antar makanan. Merebut pangsa pasar GrabFood dan GoFood menjadi tantangan utama.
  • Sinyal dari Shopee: Shopee bekerja sama dengan AtozGo, platform pesan-antar makanan yang terafiliasi dengan perusahaan e-commerce enabler asal Amerika Serikat Weyland Tech Inc, pada Agustus 2020. AtozGo, mengklaim telah memiliki sekitar 15.000 mitra merchant yang terdaftar di Jakarta.
  • 2021 jadi momentum tepat: Riset yang dirilis Google, Temasek, dan Bain Company menyebut tren penggunaan layanan pesan-antar makanan setelah masa pandemi lewat nanti diprediksi tetap lebih tinggi dibanding sebelum wabah COVID-19 melanda.
  • Lawan dominasi Gofood dan Grabfood: Tantangan selanjutnya yang harus dihadapi Shopee Food adalah merengkuh pangsa pasar yang telah didominasi Gojek dan Grab.
Baca selengkapnya rencana Shopee yang ingin serius menggarap pasar pesan-antar makanan di Indonesia, khusus untuk pelanggan Tech in Asia ID+

Bisakah live streaming e-commerce di Asia Tenggara lebih besar dari Cina? 


Pertumbuhan livestreaming e-commerce yang pesat di Cina jadi patokan di Asia Tenggara. Sejumlah e-commerce di kawasan ini sudah menerapkan hal serupa untuk mendorong penjualan, seperti Shopee dan Lazada. 

Lewat salah satu sesi di Tech in Asia Conference, CMO Pomelo Fashion, Jean Thomas, bersama dengan Monika Rudijono selaku CMO Lazada Indonesia berbagi insight tentang perkembangan industri ini. 

Simak rekaman video selengkapnya di sini, khusus untuk pelanggan Tech in Asia ID+. 

ARTIKEL PREMIUM PILIHAN

Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya.

Mau galang dana buat startup di tengah pandemi? Sesuaikan ekspektasi


Pahami proses penggalangan dana dari sudut pandang investor di tengah pandemi, supaya kamu siap dengan segala konsekuensi dan upaya yang perlu dilakukan.

Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar).

TODAY'S SPOTLIGHT

Sudah beriklan di semua platform media sosial tapi penjualan enggak meningkat, kenapa ya? ðŸ¤” 


Hal ini bisa terjadi karena kamu salah dalam membuat perencanaan hingga eksekusinya. Apalagi, perilaku pengguna media sosial yang selalu berubah juga bisa mempengaruhi strategi kamu dalam beriklan. 

Besok, kami bakal mengajak Performance Marketing Manager Zenius, Henita S, untuk diskusi seputar strategi beriklan untuk meningkatkan penjualan di ID+ Live. Lewat acara ini kamu juga bisa konsultasi sepuasnya tentang kendala yang kamu hadapi dalam membuat iklan di media sosial. 

Yuk, daftarkan diri kamu sekarang! Psst, selain dapat akses ke acara ini, sebagai peserta nanti kamu juga bisa mengakses lima video lain penuh insight.
Daftar sekarang!

DAILY DIGEST

PasarPolis raih pendanaan Rp70 M

  • Pendanaan dalam bentuk ekuitas senilai Rp70 M ini berasal dari salah satu anggota Bank Dunia, International Finance Corporation (IFC). 
  • Modal baru ini rencananya digunakan untuk mengembangkan inovasi agar PasarPolis dapat menciptakan produk asuransi dengan harga yang terjangkau. 
  • Sebelumnya, PasarPolis telah mengantongi sekitar Rp798 M dalam putaran Seri B pada September 2020. Pendanaan ini diperoleh dari LeapFrog, Xiaomi, SBI Investment, Intudo Ventures, dan Alpha JWC.

East Ventures beri suntikan modal ke Qapita

  • Startup penyedia layanan software-as-a-service (Saas) untuk mengelola ekuitas secara digital ini, telah menerima investasi strategis dari East Ventures dengan nilai yang tidak disebutkan. 
  • Dana segar ini akan digunakan untuk memperkuat tim Qapita yang berada di Singapura, Indonesia, dan India. Hal ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan produk dan menambah jumlah klien.
  • Qapita diketahui menyediakan layanan bagi startup untuk mengelola pencatatan struktur kepemilikan saham perusahaan–atau capitalization table–dan opsi kepemilikan saham bagi para karyawan. 

Junta militer Myanmar blokir akses warganya dari Facebook

  • Hal ini dilakukan usai peristiwa kudeta pemerintahan Myanmar yang dilakukan pihak militer pada awal Februari 2021. Pemblokiran akan berlaku hingga tanggal 7 Februari 2021. 
  • Pemblokiran diterapkandengan alasan untuk menghindari konflik dan hoaks yang menyebar di masyarakat. 

EVENT MENDATANG

  • [Berbayar] PDC'21 Virtual
Pelajari cara mengembangkan produk yang berorientasi pada hasil dari kalangan profesional. Dapatkan tiket early-bird dengan diskon 70% di sini.
  • [Gratis] Growth with TikTok
Cari tahu bagaimana bisnismu bisa memanfaatkan pertumbuhan dan tren TikTok untuk meraih audiens lebih luas lagi. Daftar sekarang.
  • [Berbayar] Decoding Term Sheet with a VC
Pelajari hal apa saja yang harus diwaspadai saat melakukan negosiasi term sheet dengan investor. Daftar di sini

LOKER MINGGU INI

Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini.

Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox.

Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar