| Halo Streight Face, Kamu pasti sudah enggak asing dengan nama raksasa teknologi asal Cina, Alibaba dan Tencent. Kedua perusahaan ini beberapa tahun terakhir sedang gencar melakukan investasi di Asia Tenggara. Meski enggak saling jegal, tapi ada satu vertikal yang sama-sama ingin mereka kuasai. Baca selengkapnya portofolio serta gurita bisnis keduanya lewat rangkuman di bawah, ya! — Diah, Tech in Asia | | Bisnis Alibaba dan Tencent yang menggurita di Asia Tenggara Alibaba dan Tencent adalah contoh dua raksasa teknologi asal Cina yang berinvestasi pada banyak perusahaan besar di Asia Tenggara. Keduanya mengucurkan dana ke sejumlah startup teknologi besar di kawasan ini, seperti Lazada, Tokopedia, Sea Group, dan Gojek. - Portofolio yang menggurita: Pada 2016 Alibaba mengakuisisi Lazada dan kemudian berinvestasi ke Tokopedia pada 2017. Sementara, investasi Tencent ke Sea Group di tahun 2010 merupakan manuver penting dalam memperkuat bisnis video gimnya di Asia Tenggara. Sea Limited yang juga dikenal dengan nama Garena merupakan salah satu developer gim video terbesar di dunia saat ini.
- Persaingan di sektor fintech: Dalam lima tahun terakhir, Ant Group milik Alibaba sudah berinvestasi ke penyedia e-wallet SIngapura, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Sementara, Tencent berinvestasi ke Sea Group yang juga menyediakan layanan pembayaran via AirPay dan ShopeePay.
- Asia Tenggara jadi kawasan tepat: Pengaruh Alibaba dan Tencent di Asia Tenggara makin besar dan memicu pertumbuhan di sektor teknologi wilayah ini. Pengaruh Alibaba dan Tencent di Asia Tenggara makin besar dan memicu pertumbuhan di sektor teknologi wilayah ini.
Baca selengkapnya bisnis apa saja yang jadi perpanjangan Alibaba dan Tencent di Asia Tenggara, khusus untuk pelanggan Tech in Asia ID+ | | Cara kelola jurang kebutuhan engineer AI di industri teknologi Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), jadi salah satu cabang teknologi yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ketersediaan engineer AI yang terbatas kini masih jadi tantangan besar, terutama di negara-negara berkembang seperti Vietnam dan Myanmar. Feng-Yuan Liu (CEO & Co-founder BasisAI), Thia Kai Xin (Senior Data Scientist Refinitiv Labs), Timothy Young (General Manager APAC DataRobot), serta Juliana Lim (Executive Director SGInnovate) mendiskusikan hal tersebut lewat salah satu sesi di Tech in Asia Conference tahun lalu. Kamu bisa menyimak rekaman video diskusinya di sini, khusus untuk pelanggan Tech in Asia ID+. | | | Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya. | | | Menganalisis Kinerja GudangAda yang Diklaim Lebih Tinggi dari Startup FMCG Lain Hanya dalam beberapa bulan, GudangAda telah melejit menjadi salah satu startup teknologi yang mendapatkan pendanaan terbaik di Indonesia. Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar). | | Shopee e-commerce terpopuler di 2020 - Riset dari iPrice ini menunjukkan Jumlah pengunjung bulanan Shopee terjadi pada kuartal ketiga mencapai lebih dari 96 juta pengunjung, naik sebesar 58,3 persen dibanding kuartal ketiga 2019.
- Hal ini juga membuat Shopee menggeser posisi Tokopedia sejak kuartal keempat 2019.
- Lonjakan pengunjung bulanan juga terjadi pada kuartal keempat 2020 dengan jumlah 129 juta pengunjung atau naik sekitar 56,5 persen tahun sebelumnya.
Riset Facebook: dua pertiga masyarakat Indonesia bersedia divaksin - Survei kepada sekitar 717.000 responden. Sejumah 74,1 persen dari responden menyatakan bersedia divaksin.
- Selain itu, Facebook juga menunjukan komitmennya menangani pandemi dengan membuat pusat informasi terkait COVID-19, serta menghapus sekitar 12 juta konten di Facebook dan Instagram yang berisi disinformasi berbahaya.
Bank Jago salurkan kredit usaha Rp50 M - Pinjaman ini bakal disalurkan melalui startup peer-to-peer (P2P) lending Akseleran, yang akan dimulai pada Februari 2021.
- Kerja sama dengan Bank Jago menambah jumlah institutional lender yang memberi dukungan finansial kepada Akseleran. Pada akhir 2020 lalu, Akseleran menjalin kerja sama dengan Pegadaian untuk menyalurkan kredit usaha sebesar Rp300 M.
- Akseleran mengklaim secara keseluruhan sudah menyalurkan pinjaman usaha sebesar Rp1,9 T kepada lebih dari 2,500 peminjam. Mereka juga mengaku telah memiliki lebih dari 150.000 lender.
| | - [Berbayar] Tech in Asia PDC'21 Virtual
Pelajari cara mengembangkan produk yang berorientasi pada hasil dari kalangan profesional. Dapatkan tiket early-bird dengan diskon 70% di sini. - [Gratis] Growth with TikTok
Cari tahu bagaimana bisnismu bisa memanfaatkan pertumbuhan dan tren TikTok untuk meraih audiens lebih luas lagi. Daftar sekarang. - [Gratis] Fintech Forum with AWS
Konferensi setengah hari yang membantu kamu mendapatkan insight tren terdepan berbagai teknologi yang merevolusi fintech. Daftar di sini. | | | Keluarga Tech in Asia Indonesia harus melepas kepergian salah satu sahabat, rekan kerja, serta jurnalis bertalenta kami, Ancha. Ia telah berpulang ke Rahmatullah kemarin, mendahului belahan hati, serta rekan-rekan kerja yang bersama-sama membangun ekosistem startup di nusantara. Ancha menjadi anggota keluarga Tech in Asia Indonesia sejak 2019 silam. Kami berkenalan dengannya melalui sambungan telepon, karena ia berdomisili di Makassar. Ketika mulai bekerja sebagai editor, ia berpindah ke Jakarta agar bisa lebih dekat dengan anggota komunitas startup yang kami layani. Andil Ancha terhadap perkembangan ekosistem startup tidaklah sedikit. Tak hanya memberi arahan pada tim editorial Tech in Asia Indonesia, ia juga kerap menjadi pembicara dan mentor pada sejumlah pelatihan terkait teknologi, serta aktif dalam kepengurusan lembaga jurnalis independen. Kami di Tech in Asia Indonesia mengenal Ancha sebagai pribadi yang tekun bekerja, berpikiran kritis, bisa diandalkan, ramah terhadap sesama, serta gemar berkelakar (dengan selera humor ala bapak-bapak). Di waktu istirahat, ia suka bersantai di teras kantor untuk bercengkerama dengan teman-teman kerja, sambil menyeruput kopi hitam favoritnya. Aktivitas itu terhenti ketika pandemi melanda. Ancha kembali ke kota asalnya agar bisa bekerja dekat dengan orang-orang yang ia sayangi ... hingga nafas terakhirnya. Selamat jalan, Sahabat … Kami yakin engkau kini bahagia di sisi-Nya. Percayakan pada kami untuk melanjutkan sumbangsihmu menciptakan masa depan bangsa yang lebih baik, dimulai dari jurnalisme yang berkualitas. Tertanda, Iqbal Kurniawan Editor-in-Chief Tech in Asia Indonesia P.S. Kamu bisa membaca semua goresan tinta Ancha di Tech in Asia Indonesia di sini. | | Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini. Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox. Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!) | | | | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar