| Halo Streight Face, Apa yang lebih bikin deg-degan dari notifikasi email kerjaan di hari Minggu? Kalau saya, ketika kolega kantor bikin channel slack baru untuk proyek kerjaan tertentu. 😅 Ngomong-ngomong soal Slack, saya ada artikel menarik tentang bagaimana cara aplikasi penunjang kerja yang paling cepat berkembang di dunia ini merekrut engineer. Apalagi, tim engineer di Slack mencakup sepertiga dari total karyawan yang berjumlah seribu orang. — Diah, Tech in Asia | | Cara Slack pertahankan engineer di Silicon Valey Meski baru berusia enam tahun, Slack sudah punya 9 juta pengguna aktif mingguan dengan sekitar 50.000 pengguna berbayar. Bagaimana cara Slack merekrut dan mempertahankan engineer-nya? - Tidak ada toleransi bagi yang tak punya empati: Kompetensi teknis saja tidaklah cukup. Slack menolak jenis orang yang sangat ahli di bidangnya namun sulit diajak bekerja sama.
- Tidak menerapkan tes coding whiteboard: Tes ini menghilangkan kesempatan banyak orang hebat yang tepat bagi pekerjaan, tapi buruk dalam menuangkan algoritme pada papan tulis, yang juga sebenarnya tidak berkaitan dengan bagaimana seseorang bekerja.
- Memecat dengan cepat:Menurut CTO Slack Cal Henderson, kunci lainnya dalam membangun tim yang kuat adalah dengan segera memecat orang-orang yang tidak bekerja dengan baik.
Baca tip lengkap cara Slack merekrut karywannya lewat artikel premium Tech in Asia di sini | | Data investasi startup Indonesia terbaru  Dengan menggunakan data publik yang dihimpun oleh tim riset Tech in Asia, kami menyusun dasbor yang menunjukkan perkembangan iklim investasi di Indonesia sejak awal 2019. - Sektor e-commerce paling untung: E-commerce jadi vertikal paling sering mendapat kucuran dana dari para investor, seperti pada layanan logistik yang fokus pada pasar e-commerce SiCepat dan marketplace mobil bekas Carmudi.
- Banyaknya merger dan akuisisi:Perusahaan modal ventura cenderung enggan menyalurkan dana pada pasar yang tak lagi mengalami pertumbuhan eksponensial. Sebagai gantinya, kemungkinan besar kita bakal menyaksikan fase konsolidasi lewat merger dan akuisisi dari para pelakunya.
Baca data investasi startup di Indonesia selengkapnya khusus pelanggan Tech in Asia ID+ | | | Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya. | | | 3 pertimbangan penting untuk menentukan harga jual produk Produk yang baik tidak akan bisa menarik pelanggan bila tak diimbangi dengan harga yang layak. Pertimbangkan hal-hal berikut sebelum kamu menentukan harga. Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar) | | 1️⃣ Softbank jual aset Rp1,13 kuadriliun - Penjualan aset ini dilakukan demi menghadapi krisis lanjutan bila gelombang pandemi COVID-19 kedua merebak dalam tiga bulan ke depan.
- Sejumlah aset yang dijual Softbank tahun ini meliputi kepemilikan ARM kepada Nvidia, hingga sahamnya di perusahaan telekomunikasi T-Mobile.
2️⃣ Fitur baru dari Instagram - Fitur bernama Guides ini memungkinkan pengguna untuk berbagi tip atau informasi dalam konten yang lebih panjang.
- Pengguna bisa menambahkan foto atau video dalam kontennya sebagai pelengkap tulisan.
- Instagram meluncurkan fitur ini agar penggunanya bisa lebih lama dalam aplikasi.
3️⃣ Kolaborasi Google dan Lazada - Kedua perusahaan ini berkolaborasi dalam menyediakan kursus pelatihan gratis bagi penjual online.
- Kursus tersebut akan membekali mereka dengan keterampilan digital, dan bertujuan untuk meningkatkan kehadiran peritel kecil di ranah online.
- Pelatihan dalam kursus ini mencakup topik seperti strategi bisnis dan pemasaran digital.
| | "Apa bedanya TIA ID dan TIA internasional?" - Diana Halo, Diana! TIA ID dan TIA International mempunyai tujuan yang sama yaitu membangun dan melayani komunitas teknologi dan startup di Asia. Dalam kesehariannya TIA ID berfokus kepada Indonesia, sedangkan TIA International kepada Asia, termasuk di dalamnya Indonesia. Ini juga berarti bahwa TIA ID memiliki independensi dan pendekatan terhadap pemilihan berita maupun artikel how-to yang disesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Jika kamu ingin mengetahui dan mengikuti apa saja yang terjadi di komunitas teknologi dan startup di Indonesia secara mendalam, maka Tech in Asia Indonesia adalah tempat yang tepat. Kemudian, kamu dapat melengkapi ini dengan TIA International yang akan memberikan kamu insight seputar Asia dan juga Indonesia dalam skala regional — CEO Tech in Asia Indonesia, Hendri Salim | | | Punya pertanyaan seputar Tech in Asia, startup, atau industri teknologi di Indonesia? Sampaikan pertanyaan kamu di sini, dan kami akan menjawabnya setiap hari Jumat. | | | Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini. Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox. Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!) | | | | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar