Halo Streight Face, Ada yang lagi menimbang-nimbang mau beli mobil? Kepikiran buat beli mobil bekas ga? Siapa sangka, pasar mobil bekas cukup subur di masa pandemi seperti ini. Di satu sisi, mobil baru terasa seperti investasi yang buruk (lagi nggak ke mana-mana juga.) Di sisi lain, naik transportasi umum juga masih cukup berisiko. Fakta ini juga turut dinikmati oleh platform jual-beli mobil bekas Carro, yang justru sedang menikmati momen positif. Kira-kira kenapa ya? Cek di bawah buat rangkumannya. (Btw, untuk kamu yang ingin bertanya seputar Tech in Asia, startup, dan teknologi, sampaikan pertanyaan kamu di sini dan akan kami jawab setiap hari Jumat melalui newsletter!) — Ekky, Tech in Asia | | Carro: tumbuh positif, tapi sulit tembus pasar Indonesia Perusahaan yang bermarkas di Singapura ini mengklaim pihaknya mencatat rekor pendapatan di September — pertumbuhan 500 persen tahun ke tahun — serta EBITDA yang positif dalam tiga kuartal terakhir. - Bisnis yang tahan resesi: Menurut CFO Carro Ernest Chew, bisnis jual beli mobil bekas memang cukup teruji. Saat krisis finansial global 2008, bisnis ini bisa tumbuh dengan baik.
- Bisnis dengan margin yang tipis: Untuk mengatasi masalah ini, Carro mengembangkan bisnis Automall, sebuah showroom fisik di Indonesia.
- Potensi besar di tahun mendatang: Agar pendapatan Carro bisa tumbuh dua hingga tiga kali lipat dan meraup S$1 miliar, Carro masih bekerja keras untuk menembus pasar potensial seperti Indonesia dan Thailand.
Baca selengkapnya mengenai bisnis jual beli mobil bekas Carro yang cukup menjanjikan saat pandemi, eksklusif untuk pelanggan Tech in Asia ID+. | | Dana Rp154,96 miliar Google untuk membantu UMKM dan pencari kerja Ada kabar baik dari Google nih. Menyatakan komitmen senilai US$11 juta (sekitar Rp154,96 miliar) untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Dana ini dibagi dua: - Dana sebesar US$10 juta (sekitar Rp140,87 miliar) merupakan pinjaman modal bagi UMKM yang akan diinvestasikan Google melalui kemitraan dengan Kiva.
- Kedua, dana hibah senilai US$1 juta (setara Rp14,08 miliar) melalui lengan filantropi Google.org kepada Yayasan Plan International untuk mengatasi pengangguran anak muda di Indonesia.
Baca selengkapnya soal dana hibah dari Google untuk ekonomi Indonesia. | | | Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya. | | | 3 pertimbangan penting untuk menentukan harga jual produk Produk yang baik tidak akan bisa menarik pelanggan bila tak diimbangi dengan harga yang layak. Pertimbangkan hal-hal berikut sebelum kamu menentukan harga. Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar) | | Avrist perkenalkan e-commerce khusus asuransi online - Avrist Simple Start adalah sebuah e-commerce untuk memudahkan pengguna dalam mengakses berbagai macam asuransi.
- Avrist juga menawarkan premi yang ramah di kantong dapat dibayarkan secara tahunan maupun bulanan.
Fitur konten ala "Snapchat" dari Twitter - Twitter merilis fitur konten singkat ala Snapchat dan Instagram Stories bernama Fleet
- Twitter rencananya akan meluncurkan Fleet melalui pembaharuan aplikasi terbaru setelah sebelumnya diuji coba di India, Italia, Brasil, dan Korea Selatan.
Bos Amazon sumbang Rp11 triliun untuk bantu alam - Jeff Besoz selaku menyatakan telah menyalurkan sekitar Rp11 triliun kepada 16 organisasi di seluruh dunia yang berusaha menanggulangi masalah perubahan iklim.
- Dana tersebut adalah gelombang pertama dari komitmen Bezos Earth Fund senilai US$10 miliar.
| | Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini. Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox. Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!) | | | | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar