| Halo Streight Face, Seberapa sering kamu membeli bahan makanan secara online? Sebelum pandemi, perusahaan e-commerce di Asia Tenggara masih melakukan percobaan untuk memberikan layanan pesan-antar bahan makanan online, tapi dengan tingkat adopsi yang masih rendah. Namun, meningkatnya demand untuk layanan ini tahun 2020 membuat layanan pesan antar bahan makanan jadi arena persaingan baru. Hal ini terlihat dari upaya Grab yang menantang dominasi Lazada di sektor ini. Cek rangkumannya di bawah, ya! — Diah, Tech in Asia | | Persaingan panas Grab dan Lazada di sektor pesan-antar bahan makanan Gara-gara pandemi COVID-19, pertumbuhan layanan pesan-antar bahan makanan di e-commerce Asia Tenggara meningkat pesat. Di Singapura, Redmart milik Lazada jadi pionir dan tidak punya saingan sama sekali. Namun, Grab mulai meningkatkan upaya mereka untuk mendominasi industri yang masih baru ini dan memberikan tekanan ke Lazada. - Cepat melakukan ekspansi: Hanya dalam waktu tiga bulan, pertumbuhan GrabSupermarket meluas dari hanya dua menjadi delapan negara. Jumlah mitra mereka meningkat empat kali lipat dari Juni menjadi lebih dari 12.000 gerai di September.
- Upaya mencari model bisnis yang tepat: Karena punya margin keuntungan yang sangat tipis, perusahaan yang terjun ke industri ini perlu lebih dari sekadar memenuhi demand yang ada. Saat ini ada tiga model jasa pesan antar bahan makanan yang umum di Asia Tenggara: warehouse, end-to-end, dan group-buying.
Kamu bisa membaca analisis persaingan panas antara Grab dan Lazada, lewat artikel premium khusus pelanggan Tech in Asia ID+ | | Uber harus bayar denda setelah bandingnya ditolak Otoritas Singapura Badan Pengawas Persaingan Usaha Singapura menolak banding yang diajukan Uber. Akibatnya, Uber harus membayar denda sebesar Rp69,5 M. - Kesepakatan dengan Grab: Denda dijatuhkan kepada Uber setelah perusahaan tersebut menjual bisnisnya di kawasan Asia Tenggara kepada Grab pada Maret 2018. Uber mendapat 27,5 persen saham atas kesepakatan ini.
- Monopoli di Singapura: Otoritas Singapura menyebut kesepakatan ini mengakibatkan monopoli di Singapura karena pasar ride-hailing 80 persen didominasi oleh Grab.
- Abai menjalankan regulasi: Uber mengaku lalai telah melanggar regulasi anti persaingan. Mereka juga menilai kesepakatan merger tidak menyebabkan berkurangnya persaingan yang substansial.
Baca selengkapnya tentang upaya banding yang dilakukan Uber di sini. | | | Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya. | | | [Infografik] Bisnis virtual hotel operator yang babak belur dihantam pandemi Para pengelola virtual hotel operator terpaksa melakukan beragam manuver untuk bisa bertahan di tengah pandemi, termasuk efisiensi dan menutup bisnis. Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar. | | Developer gim PUBG Krafton berencana IPO tahun ini - Rencananya, Krafton akan melantai di Bursa Saham Korea Selatan dengan perkiraan nilai valuasi sebesar Rp382 T.
- Sejak dirilis pada 2017, versi PC dan konsol PUBG sudah terjual sebanyak lebih dari 70 juta kopi, dengan versi mobile telah diunduh lebih dari 600 juta kali.
- Laporan keuangan Krafton menyebutkan pendapatan perusahaan mencapai sekitar Rp15,4 triliun selama 9 bulan pertama di 2020 lalu.
Co-Founder Tinder pimpin pendanaan Volopay - Pendanaan yang diterima startup fintech asal Singapura ini senilai Rp29 M.
- Beberapa investor seperti Soma Capital, CP Ventures, Y Combinator, VentureSouq, dan Founder Razorpay Harshil Mathur dan Shashank Kumar, turut berpartisipasi dalam putaran ini.
- Modal baru ini rencananya akan digunakan untuk kebutuhan rekrutmen, pengembangan produk, ekspansi internasional, dan menjalin kemitraan strategis.
Pengguna Telegram dan Signal naik di Cina - Jumlah pengguna ini meningkat setelah WhatsApp mengumumkan kebijakan privasi terbarunya. Padahal, Cina WhatsApp bukanlah aplikasi perpesanan legal di Cina.
- Signal disebut telah mengumpulkan 9.000 unduhan lewat App Store antara 8 dan 12 Januari. Sementara,Telegram memiliki 17.000 unduhan baru pada periode yang sama.
- Fenomena ini mengindikasikan masih ada alternatif selain WeChat dalam berbagai kapasitas di Cina.
| | | Gimana nasib uang investor setelah startup tutup? Layaknya bisnis-bisnis lain, enggak semua bisnis startup bisa berjalan mulus. Banyak juga startup yang gagal dan akhirnya memutuskan untuk tutup. Terus gimana nasib para investor setelahnya? Kamu bisa simak penjelasannya lewat video singkat berikut! | | Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini. Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox. Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!) | | | | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar