Laman

Kamis, 14 Januari 2021

Dear startup unikorn Indonesia, If not now, when?


Startup dan Teknologi Hari Ini


Kamis, 14 Januari 2021

Halo Streight Face,

Tahun 2021 baru berjalan beberapa hari, tapi kita mulai mendengar berbagai isu terkait merger and acquisition, pendanaan terbaru, hingga rumor seputar startup yang hendak melantai di bursa saham.

Terkait rencana beberapa startup untuk IPO, Pandu Syahrir, komisaris SEA Group, menyambut positif langkah tersebut. Bahkan ia berpendapat ini adalah saat yang terbaik untuk IPO. Kenapa begitu? Simak rangkumannya di bawah.

Seperti biasa, pertanyaanmu seputar startup, teknologi, dan profesional (atau apa saja deh!) bisa kamu tanyakan di sini. Di segmen Ask TIA Anything besok akan kita coba jawab. Stay tuned!

— Ekky, Tech in Asia

HIGHLIGHT

Komisaris SEA Group: kalau startup unikorn ingin IPO, inilah saatnya


Semakin industri startup Indonesia tumbuh matang, isu dan rumor perusahaan yang berencana go public making berhembus kencang.
  • Tokopedia dan Traveloka rumornya tengah bersiap melantai di bursa saham dengan cara special purpose acquisition company (SPAC).
  • Bukalapak juga kabarnya sedang dalam proses membuat bisnis sustainable sebagai bentuk persiapan sebelum melakukan IPO. 
  • Pandu Sjahrir, Komisaris SEA Group berpendapat bahwa melantai di bursa saham bakal berimbas positif bagi pertumbuhan perusahaan karena potensi kapitalnya lebih besar dibanding pendanaan privat (swasta).
  • Dengan dibukanya jalur khusus papan akselerasi bagi startup Indonesia, hal ini bakal lebih mudah terwujud. Startup seperti Pigijo dan Cashlez sudah IPO lewat jalur ini tahun 2020 silam.
Baca selengkapnya obrolan kami dengan Komisaris SEA Group soal potensi IPO, eksklusif untuk pelanggan Tech in Asia ID+.

Sampingan raih dana segar dari pendanaan seri A


Masih seputar kabar investasi, startup middle man untuk pekerja lepas dan pemberi kerja baru saja mendanakan dana segar seri A sebesar Rp 70 miliar. Ronde pendanaan tersebut dipimpin oleh Altara Ventures, bersama Golden Gate Ventures, Antler, Access Ventures, XA Network dan iSeed SEA.
  • Meningkat selama pandemi: Banyaknya PHK yang terjadi membuat angka pengangguran meningkat. Sampingan mengaku jumlah unduhan aplikasinya naik 4 kali lipat semenjak awal pandemi.
  • Pendanaan sebelumnya: Sampingan sudah lebih dulu mengantongi pendanaan pre-seed dan seed dengan total terkumpul Rp8.4 miliar.
Baca selengkapnya soal pendanaan terbaru startup Sampingan.

ARTIKEL PREMIUM PILIHAN

Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya.

[Infografik] Bisnis Virtual Hotel Operator yang Babak Belur Dihantam Pandemi

Para pengelola virtual hotel operator terpaksa melakukan beragam manuver untuk bisa bertahan di tengah pandemi, termasuk efisiensi dan menutup bisnis.

Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar)

DAILY DIGEST

Zoom hendak galang Rp21 triliun dari penerbitan saham baru
  • Rencana penggalangan modal senilai US$1,5 miliar (sekitar Rp21 triliun) ini merupakan penawaran saham publik terbesar sejak Zoom melantai di bursa saham pada 2019 lalu.
  • Saat itu, penyedia layanan teleconference itu melaporkan sukses meraup tambahan modal sebesar US$447,9 juta (Rp6,3 triliun).

Pengguna Telegram bertambah 25 juta dalam 72 jam

  • Melonjaknya pengguna baru Telegram ditengarai oleh kebijakan privasi baru WhatsApp yang dinilai merugikan penggunanya. 
  • Pengguna baru berasal dari Amerika Serikat sebanyak 38 persen, 27 persen dari Eropa, 21 persen Amerika Latin, dan sisanya berasal dari kawasan lain.

Tanggapan WhatsApp soal privasi pengguna

  • WhatsApp menegaskan kebijakan privasi perusahaan yang baru mengalami pembaruan tidak mempengaruhi chat atau percakapan antar akun maupun grup pribadi penggunanya
  • Pembaruan kebijakan privasi ini berlaku untuk percakapan dengan akun bisnis yang menggunakan fitur WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp.

LOKER MINGGU INI

Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini.

Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox.

Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar