Laman

Rabu, 13 Januari 2021

Apakah layanan on-demand lifestyle benar-benar mati?


Startup dan Teknologi Hari Ini


Rabu, 13 Januari 2021

Halo Streight Face,

Pada Juli 2020 kemarin, Gojek resmi menutup seluruh layanan GoLife. Menurut pihak Gojek, hal ini sebagai respons jangka panjang akibat pandemi yang saat ini masih berlangsung. 

Tapi, tutupnya layanan Golife jadi menimbulkan pertanyaan baru: apakah sektor ini benar-benar sudah mati? 

Cek ke bawah untuk baca rangkuman analisisnya, ya!  

— Diah, Tech in Asia

HIGHLIGHT

Apakah layanan on-demand lifestyle benar-benar mati setelah GoLife tutup?


Setelah memangkas beberapa layanan dari Golife pada akhir tahun 2019, Gojek akhirnya memutuskan untuk menutup dua layanan terakhir yang ada pada Golife, yakni GoMassage dan GoClean pada Juli 2020 kemarin. 
  • Banyak layanan serupa: Sebenarnya, banyak startup yang membuka berbagai layanan serupa Golife, tapi kemudian memangkas beberapa. Misalnya, Ahlijasa awalnya menyediakan jasa bersih-bersih rumah dan reparasi AC. Namun startup tersebut hanya fokus ke satu layanan, yaitu laundry on-demand setelah mendapat pendanaan awal dua tahun kemudian. 
  • Investasi ke sektor lifestyle yang sulit ditemui: Tantangan yang dihadapi industri ini di semua negara membuat investor memalingkan fokusnya ke industri lain. Halojasa misalnya, sejauh ini bertahan berkat bootstrappling dan angel investor.

Baca selengkapnya peluang startup on-demand lifestyle di Indonesia, lewat artikel premium khusus pelanggan Tech in Asia ID+

Enam portofolio Softbank siap go public di 2021


Enam perusahaan teknologi yang jadi portofolio Softbank, investor terbesar di industri startup dunia, terpantau mempersiapkan diri untuk melakukan IPO tahun ini. 

Menurut laporan Bloomberg, Tokopedia, disebut sebagai salah satu perusahaan yang paling dekat untuk melantai di bursa saham. Perusahaan ini bahkan menunjuk Morgan Stanley dan Citigroup sebagai konsultan untuk mempersiapkan rencana go public.

Baca selengkapnya kabar dari enam portofilio Softbank yang siap go public di sini

ARTIKEL PREMIUM PILIHAN

Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya.

Berapa potensi penerimaan pajak negara dari Netflix dan Spotify?

Netflix dan Spotify wajib memungut PPN sejak awal Agustus 2020. Tech in Asia menghitung potensi penerimaan negara dari kedua perusahaan.

Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar)

DAILY DIGEST

Sicepat hendak akuisisi Digiresto
  • SiCepat berkomitmen membeli 51 persen saham PT Digital Maxima Kharisma, anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk sekaligus pengembang DigiResto.
  • Platform pemesanan makanan ini, sudah bekerja sama dengan Sicepat sejak Desember 2020. 
  • Rencananya, SiCepat akan terlibat langsung dalam pengembangan platform.

BukuKas raih pendanaan seri A

  • Pendanaan senilai Rp141 M ini, dipimpin oleh Sequoia Capital India.
  • Dana segar ini rencananya akan digunakan untuk mempercepat akuisisi merchant, memperkuat tim engineering dan produk BukuKas, dan memperluas jangkauan layanan.
  • Sebelumnya, di putaran pra-seri A, BukuKas berhasil menghimpun dana senilai Rp178 M yang dipimpin oleh Surge by Sequoia India dan Credit Saison.

CTO baru GudangAda

  • Startup FCMG ini, menunjuk mantan Head of Engineering Grab, Huan Yuang, sebagai CTO baru
  • Selama kariernya, Yang pernah menjabat sebagai engineering manager di perusahaan besar seperti Facebook, Google, dan Uber. 
  • Yang ditunjuk seiring dengan melesatnya GudangAda yang kini jadi salah satu startup dengan pendanaan terbanyak di Indonesia. 

LOKER MINGGU INI

Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini.

Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox.

Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar