| Halo Streight Face, Sebagai pengguna Android, saya tidak sempat merasakan euforia Clubhouse yang sempat melanda di Indonesia di bulan Februari 2021 lalu. Sebab, pamor Clubhouse di Indonesia seakan sudah reda, secepat saat ia sedang naik pesat. Kira-kira ada apa ya? Selain pembahasan soal Cloubhouse, ada juga kabar Alibaba Group yang resmi didenda Rp40 triliun karena dituding melanggar regulasi anti-monopoli. Selengkapnya, yuk simak rangkumannya di bawah. — Ekky, Tech in Asia | | Menganalisis posisi Clubhouse di Indonesia Ada yang menarik di grafik yang saya kutip dari Google Trends mengenai ketertarikan pengguna internetakan Clubhouse berdasarkan hasil pencarian di Google. Di pertengahan bulan Februari 2021, kita melihat angka yang memuncak pada pencarian Clubhouse di Indonesia. Sebaliknya, di Amerika Serikat yang merupakan negara asal Clubhouse, grafik ketertarikannya cukup stagnan dari waktu ke waktu. - Faktor FOMO: Maghfiro Ridho dari Komunitas Clubhouse Indonesia menilai, lonjakan ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap aplikasi Clubhouse sangat dipengaruhi faktor eksklusivitas. Orang berlomba-lomba jadi bagian dari kelompok eksklusif ini.
- Dua arah pengembangan: Shaan Puri, Senior Director of Product Twitch menilai, agar Clubhouse keluar dari pertumbuhan yang stagnan, Pengembang aplikasi tersebut bisa memastikan ada banyak konten berkualitas di Clubhouse atau justru membuat Clubhouse menjadi platform virtual untuk berbincang santai.
- Tidak akan mati sepenuhnya: Rido berpendapat, pada akhirnya Clubhouse akan menemukan ceruk pasar sendiri. Mereka yang cocok dengan platformnya akan bertahan, yang tidak akan tereduksi. Ini wajar terjadi di platform manapun.
Baca selengkapnya analisis writer kami Gilang soal posisi Clubhouse di Indonesia, eksklusif untuk pelanggan Tech in Asia ID+. | | Resmi, pemerintah Cina denda Alibaba Rp40 triliun Besar banget ya? Sebagai perbandingan, denda ini hampir setara dengan empat persen pendapatan domestik Alibaba pada tahun 2019 dan mencapai 12 persen dari pendapatan bersih fiskal mereka pada tahun 2020. - Dituding melanggar regulasi anti-monopoli: Keputusan ini berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh State Administration for Market Regulation (SAMR) Cina. Selain denda, Alibaba juga diminta untuk mendukung persaingan pasar yang sehat.
- Terbesar sepanjang sejarah: Besaran denda ini tiga kali lipat lebih besar dibandingkan denda yang pernah dijatuhkan pemerintah Cina kepada Qualcomm Inc pada tahun 2015 yang hampir mencapai US$1 miliar (sekitar Rp14 triliun).
Baca selengkapnya kabar Alibaba yang resmi didenda oleh pemerintah Cina. | | Seberapa penting adopsi chatbot buat perkembangan bisnis? Dalam ranah bisnis, chatbot kerap digunakan untuk membantu perusahaan melayani konsumen yang membutuhkan informasi terkait produk. Riset yang dilakukan Uberall, perusahaan yang bergerak di bidang media dan pemasaran menyebutkan, 80 persen konsumen yang berinteraksi dengan chatbot menyatakan mendapat kesan yang positif. Jika kamu seorang C-level, Director, atau Head of Department dan ingin belajar lebih jauh tentang pentingnya adopsi chatbot bagi bisnis, daftarkan diri kamu di AI Executive Talks pada 20 April mendatang. Gratis, lho! | | | Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya. | | | Ingin buat event online? ini hal yang perlu kamu ketahui Jika kamu belum pernah menyelenggarakan webinar atau online conference untuk acara perusahaan sebelumnya, kiat berikut ini bisa menjadi pertimbangan. Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar). | | Tencent resmi luncurkan pusat data pertama di Indonesia - Data center yang berlokasi di Jakarta ini diklaim telah melengkapi akses backbone dan jaringan dari seluruh penyedia layanan internet di Indonesia.
- Pembukaan pusat data ini bertujuan untuk memperluas jangkauan mereka yang saat ini diklaim sudah menjangkau 27 wilayah dan 61 zona.
- Saat ini, Tencent sudah bekerja sama dengan perusahaan di berbagai sektor, seperti Bank Neo Commerce, platform streaming JOOX, platform video on-demand (VOD) WeTV, dan platform enterprise Aestron.
Gojek gandeng Pinhome untuk hadirkan kembali home service on demand - Kolaborasi ini akan memperluas layanan GoService untuk mempermudah konsumen dengan menyediakan jasa kebersihan rumah, AC, dan kendaraan.
- Layanan Pinhome ini menggantikan posisi GoClean, layanan serupa yang operasinya dihentikan oleh Gojek beberapa waktu lalu.
Lamudi resmikan kantor baru di Jakarta - Memasuki usia ketujuh, marketplace properti Lamudi.co.id meresmikan kantor barunya di Capital Place, Jakarta yang menempati tiga lantai dengan kapasitas 450 orang.
- Pada Mei 2020, Lamudi resmi bergabung dengan Emerging Markets Property Group, dan jumlah karyawannya bertumbuh sebanyak 50 persen sepanjang 2020.
| | - AI Executive Talks: Transform your Business Performance with Conversational AI | 20 April 2021
Kamu business leader dan ingin belajar lebih dalam tentang pentingnya chatbot untuk perkembangan bisnis? Pelajari selengkapnya lewat acara ini. Reservasi gratis di sini. | | Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini. Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox. Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!) | | | | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar