Laman

Rabu, 14 April 2021

Kantor kamu bikin program magang? Baca aturan ini dulu


Startup dan Teknologi Hari Ini


Rabu, 14 April 2021

Halo Streight Face,

Startup kamu sering mengadakan program magang?

Program magang yang diadakan perusahaan, biasanya jadi kesempatan buat para mahasiswa untuk menambah pengalaman serta skill mereka, sebelum terjun langsung di dunia kerja. 

Tapi kamu tahu enggak, ternyata bikin program magang itu tidak boleh sembarangan dan ada aturannya, lo! Baca rangkumannya di bawah ya, supaya kantor kamu enggak bikin program magang asal-asalan. 

— Diah, Tech in Asia

HIGHLIGHT

Mau buka program magang di kantor kamu? Ini panduannya! 


Salah satu hal kadang terjadi di dunia permagangan adalah adanya eksploitasi bagi para mahasiswa yang mengikuti program tersebut. Untuk menghindari itu, Tech in Asia Indonesia telah mengulas tata laksana penyelenggaraan program pemagangan untuk membantu startup dan calon peserta magang agar memahami hak dan kewajiban masing-masing.
  • Diatur lewat Peraturan Menteri: Penyelenggaraan program pemagangan diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No 6 Tahun 2020 mengenai Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri. Sebagai bagian dari sistem pelatihan kerja, pemagangan sejatinya memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, baik bagi peserta maupun perusahaan penyelenggara.  
  • Lapor ke Dinas Ketenagakerjaan: Pelaporan ini bertujuan menjalankan mekanisme pengawasan dari pemerintah, serta menghindari kemungkinan eksploitasi peserta magang oleh perusahaan. Data yang dikumpulkan kepada Disnaker juga akan jadi pedoman yang digunakan untuk menindaklanjuti bila di kemudian hari terjadi perselisihan antara kedua belah pihak.
  • Pemberian kompensasi: Perusahaan wajib memberikan uang saku yang meliputi biaya biaya transportasi, uang makan, dan insentif peserta magang. Selain uang saku, penyelenggara juga wajib menyediakan jaminan sosial peserta magang, misalnya keikutsertaan BPJS.
Baca selengkapnya panduan membuka program magang, khusus pelanggan Tech in Asia ID+

Syarat yang harus dipenuhi food startup biar bisa dapat pendanaan


Pola perilaku konsumsi masyarakat makin menjurus ke budaya yang serba instan, jadi peluang bagi food startup di Indonesia yang ingin berkembang. 

Bagi pelaku food startup yang hendak ikut berpartisipasi menangkap aliran pendanaan yang mengucur ke dalam negeri, kelengkapan perizinan jadi syarat yang wajib yang perlu dipenuhi sebelum memikat calon investor.

Tech in Asia Indonesia telah merangkum perizinan yang perlu dipenuhi agar food startup bisa meraih pendanaan. Selengkapnya bisa kamu baca di sini, khusus untuk pelanggan Tech in Asia ID+. 

ARTIKEL PREMIUM PILIHAN

Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya.

Ingin buat event online? ini hal yang perlu kamu ketahui


Jika kamu belum pernah menyelenggarakan webinar atau online conference untuk acara perusahaan sebelumnya, kiat berikut ini bisa menjadi pertimbangan.
 

DAILY DIGEST

Huwaei rambah bisnis kendaaraan listrik

  • Huawei berencana menginvestasikan lebih dari Rp14 T untuk mengembangkan komponen mobil listrik tanpa awak.
  • Perusahaan teknologi asal Cina ini akan bekerja sama dengan tiga produsen mobil, yaitu BAIC Group, Chongqing Changan Automobile Co, dan Guangzhou Automobile Group Co.
  • Perusahaan riset pasar Canalys memperkirakan penjualan kendaraan listrik di Cina akan meningkat lebih dari 50 persen pada tahun 2021. Kenaikan ini ditopang oleh permintaan konsumen akan mobil yang ramah lingkungan.

Google akan cabut layanan Play Movies dari platform Smart TV

  • Aplikasi Play Movies di smart TV produksi LG, Samsung, dan Vizio akan resmi dihapus pada 15 Juni 2021 nanti.  
  • Pelanggan yang sudah membeli konten di Play Movies tetap bisa mengaksesnya lewat aplikasi YouTube.
  • Keputusan ini hanya berlaku untuk platform smart TV karena Google sendiri tengah menyiapkan Google TV. Pengguna Android maupun iOS pun masih bisa mengakses layanan tersebut seperti biasa.

Facebook mulai uji coba aplikasi mirip Clubhouse 

  • Hotline merupakan aplikasi tiruan Clubhouse dari tim internal Facebook yang sebelumnya terlibat di pengerjaan aplikasi bernyanyi rap BARS dan aplikasi produksi musik bernama Collab. 
  • Berbeda dengan Clubhouse, Hotline menyediakan fungsi streaming video yang bersifat searah, sehingga pembicara tidak hanya bergantung pada audio saja. Pengguna pun juga bisa berinteraksi dengan memakai beragam emoji yang tersedia di layar.

IN PARTNERSHIP WITH

Kenapa perusahaan perlu memanfaatkan chatbot untuk bisnis 


Kamu tentu sudah enggak asing dengan teknologi chatbot, platform layanan pelanggan sekaligus pemasaran perusahaan. Tapi, perlukah setiap bisnis memanfaatkan platform ini? 

Menurut studi dari HubSpot, 71% pelanggan bersedia mendapatkan bantuan dari aplikasi perpesanan. Mereka menginginkan solusi cepat untuk masalah mereka dan chatbot disebut dapat membantu untuk merespons dalam waktu yang cepat. 

Ketika teknologi semakin berkembang, chatbot kini jadi elemen penting bagi bisnis, terutama di industri FMCG dan Retail—karena teknologi ini dapat meningkatkan pengalaman pelanggan.  

Ingin tahu bagaimana cara memanfaatkan chatbot yang tepat untuk perkembangan bisnis? Yuk, daftarkan diri kamu di AI Executive Talks pada 20 April mendatang. Acara ini akan menghadirkan banyak praktisi yang akan berbicara tentang teknologi AI ini. Info selengkapnya cek di sini

EVENT MENDATANG

  • AI Executive Talks: Transform your Business Performance with Conversational AI | 20 April 2021
Kamu business leader dan ingin belajar lebih dalam tentang pentingnya chatbot untuk perkembangan bisnis? Pelajari selengkapnya lewat acara ini. Reservasi gratis di sini

LOKER MINGGU INI

Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini.

Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox.

Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar