| Halo Streight Face, Masih ingat enggak, kabar tentang gaji karyawan outsource Ruangguru yang sempat ramai di media sosial? Kira-kira apa ya yang sebenarnya terjadi? Gimana juga tanggapan dari startup edtech terkait hal ini? Untuk menjawab rasa penasaran kamu, tim editorial Tech in Asia Indonesia menelusuri dan mengulas isu ini lebih dalam. Scroll ke bawah untuk baca rangkumannya! Omong-omong, kami di Tech in Asia seneng banget hari ini karena bisa belajar banyak hal seputar pengembangan produk di PDC'21. Kalau kamu juga mau belajar bareng kami, kamu belum terlambat untuk reservasi tiket di sini. — Diah, Tech in Asia | | Belajar dari kasus gaji karyawan outsource Ruanggu Pada Februari kemarin, sejumlah karyawan outsource Ruangguru mengeluhkan soal gaji mereka yang enggak sesuai kontrak di media sosial. Apa sih yang sebaiknya diperhatikan startup dalam mengelola tenaga outsource? - Upah kerja: Calon tenaga outsource yang mengikuti rekrutmen Ruangguru, harus mengikuti pelatihan selama satu bulan dengan tunjangan sebesar Rp750 ribu. Namun, mereka hanya menerima upah di bawah nominal Rp350 ribu, jumlah jauh dari yang dijanjikan.
- Kontrak kerja: Tech in Asia telah melihat dokumen yang ditandatangani para karyawan, dan mendapati bahwa dokumen tersebut adalah kontrak kemitraan, bukan kontrak kerja. Praktik ini tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ataupun Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
- Permasalahan tenaga outsource: Dalam konsep outsource, semua beban perlindungan karyawan diserahkan ke pihak perusahaan penyedia outsource. Hal inilah yang menurut perspektif Nabiyla membuat posisi tenaga kerja outsource menjadi rentan.
Baca selengkapnya laporan tentang gaji karyawan outsource Ruangguru, khusus pelanggan Tech in Asia ID+ | | Tokopedia kembali hadirkan program TokoPoints Program ini memungkinkan pengguna bisa mendapatkan poin dari setiap transaksi yang dilakukan melalui situs dan aplikasi Tokopedia dengan menggunakan metode pembayaran apapun. - Tingkatkan pengalaman belanja pengguna: Senior Lead Product Manager Retention and Loyalty Tokopedia, Gabriella Kawilarang, mengungkapkan kembalinya program loyalitas ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman berbelanja bagi pengguna.
- Sebelumnya gunakan program milik OVO: Sebelum menghadirkan kembali TokoPoints, Tokopedia menggunakan program loyalty milik OVO. Kerja sama ini memungkinkan para pengguna Tokopedia yang berbelanja menggunakan OVO untuk umemperoleh loyalty rewards berupa OVO Points.
Kabar selengkapnya tentang program TokoPoints, bisa kamu baca di sini. Baca juga ulasan kami tentang posisi OVO di tengah rencana merger Tokopedia dan Gojek, khusus pelanggan Tech in Asia ID+ | | | Setiap bulannya pemilik akun gratis Tech in Asia Indonesia berkesempatan untuk membaca satu artikel premium pilihan kami. Baca gratis artikel di bawah atau lihat artikel premium lainnya. | | | Cara Kopi Kenangan Berkembang Pesat dan Tetap Profit di Tahun 2019 Selama dua tahun terakhir, Kopi Kenangan berkembang pesat baik dari segi jumlah gerai maupun pendapatan, termasuk di masa pandemi tahun 2020 lalu. Baca gratis di sini (khusus pengguna terdaftar). | | Glints galang dana Rp326 M dalam putaran Seri C - Pendanaan kali ini dipimpin oleh perusahaan sumber daya manusia (SDM) asal Jepang, Persol Holdings, serta diikuti sejumlah investor lama seperti Monk's Hill Ventures, Fresco Capital, Mindworks Ventures, hingga Wavemaker Partners.
- Modal baru ini bakal digunakan untuk membangun ekosistem pencarian talenta, yang bertujuan membantu pengembangan karier dari 120 juta SDM profesional di Asia Tenggara. Glints juga berencana mengembangkan perusahaannya di Singapura, Indonesia, Vietnam, dan Taiwan, serta menambah jumlah tim produk dan engineer.
- Saat ini Glints sudah memiliki beberapa klien perusahaan seperti Gojek, Tokopedia, FWD Insurance, Starbucks, AIA Group, United Overseas Bank, dan Mediacorp.
Beli aplikasi di Play Store bisa pakai ShopeePay - Dengan terintegrasinya ShopeePay sebagai salah satu metode pembayaran digital di Google Play Store, pengguna kini isa membeli berbagai aplikasi dan fitur lainnya yang tersedia di Play Store dengan layanan dompet digital milik Sea Group ini.
- Melalui kerja sama ini, para pengguna Google Play Store mendapatkan lebih banyak pilihan metode pembayaran. Layanan dompet dompet digital lainnya, GoPay, sudah lebih dulu terintegrasi sebagai metode pembayaran pada tahun 2019.
- Sebelum bekerja sama dengan Google Play Store, ShopeePay sudah memulai ekspansinya di luar platform Shopee. Layanan dompet digital ini mengklaim sudah terintegrasi dengan 3,7 juta merchant yang menggunakan kode QR standar atau QRIS.
| | - AI Executive Talks: Transform your Business Performance with Conversational AI | 20 April 2021
Kamu business leader dan ingin belajar lebih dalam tentang pentingnya chatbot untuk perkembangan bisnis? Pelajari selengkapnya lewat acara ini. Reservasi gratis di sini. | | Terima kasih karena kamu sudah baca sampai habis. Newsletter ini dibuat dengan cinta (dan sedikit kafein) oleh tim marketing Tech in Asia Indonesia. Sampaikan kritik, saran, dan komentar kamu seputar newsletter kami lewat form ini. Jangan sampai ketinggalan berita harian seputar industri startup Indonesia. Simpan email indonesia@techinasia.com ke kontakmu, atau pindahkan email ini ke primary inbox. Tidak ingin menerima semua email dari kami lagi? Kamu bisa berhenti berlangganan newsletter (tentunya kami bakal sedih!) | | | | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar